Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Huntara Palembayan Diresmikan, Negara Hadir Menguatkan Warga Terdampak Bencana

KATA HARIAN, Agam, Sumatera Barat — Senyum haru dan rasa lega terpancar dari wajah warga terdampak bencana saat Hunian Sementara (Huntara) resmi diresmikan oleh pemerintah pusat dan daerah di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,Sabtu (24 Januari 2026). 

Hunian ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini harus bertahan dalam kondisi serba terbatas pascabencana.

Peresmian Huntara tersebut menandai langkah nyata negara dalam memastikan warganya tetap memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat, sembari menunggu pembangunan hunian permanen. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen bangsa terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Acara dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Tito Karnavian, Menko PMK,Kepala BNPB,Gubernur Sumatera Barat, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, serta jajaran Polda Sumbar dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Mendagri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa Huntara bukan hanya bangunan fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Huntara ini bukan sekadar tempat berteduh. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara agar saudara-saudara kita bisa kembali hidup dengan rasa aman, beraktivitas, dan menata kembali kehidupan mereka setelah bencana,” ujar Tito Karnavian.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam setiap tahapan penanganan bencana.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Negara harus hadir di setiap fase,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara, dilakukan penyerahan Huntara secara simbolis kepada perwakilan warga. Momen tersebut berlangsung penuh haru, menjadi tanda dimulainya babak baru pemulihan kehidupan masyarakat Palembayan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat serta seluruh pihak yang terlibat.

“Kami memahami betul bahwa bencana tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial dan ekonomi warga. Pembangunan Huntara ini adalah langkah awal untuk memulihkan harapan dan semangat masyarakat,” ungkap Gubernur Sumbar.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga warga benar-benar kembali menempati hunian permanen.

Dengan diresmikannya Huntara di Palembayan, warga terdampak kini memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak dan manusiawi. Diharapkan, keberadaan Huntara ini mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam serta menjadi bukti bahwa negara selalu hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya dalam situasi sulit.(Af)