Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dipicu Unggahan Media Sosial, Bentrok Pemuda Dua Nagari Berakhir Damai Lewat Mediasi

Dhamasraya - Ketegangan antara pemuda dari Nagari Muaro Takung, Kabupaten Sijunjung, dan Nagari Sialang, Kabupaten Dharmasraya, yang terjadi di kawasan SPBU Sialang, Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (28/5/2026), berhasil diselesaikan melalui jalur mediasi dan musyawarah kekeluargaan.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 13.00 WIB setelah beredarnya sebuah unggahan di media sosial yang dianggap menyudutkan pemuda Muaro Takung. Unggahan tersebut memicu kemarahan sejumlah pemuda yang kemudian mendatangi SPBU Sialang di Nagari Gunung Selasih, Pulau Punjung.

Setibanya di lokasi, terjadi aksi penyerangan yang berujung pada kekerasan fisik terhadap sejumlah pemuda dari Nagari Sialang. Kejadian itu segera mendapat perhatian berbagai pihak guna mencegah konflik meluas dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Menyikapi insiden tersebut, jajaran Polres Dharmasraya bersama Wali Nagari Muaro Takung, Wali Nagari Gunung Selasih, serta anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Kamang Baru yang juga merupakan Ketua Pemuda Nagari Kamang, menggelar pertemuan mediasi antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB itu, sejumlah kesepakatan penting berhasil dicapai. Kedua belah pihak diimbau untuk menahan diri serta tidak mengedepankan emosi dan sikap egois dalam menyelesaikan persoalan. Selain itu, disampaikan pula bahwa masyarakat Nagari Sialang dan Nagari Muaro Takung memiliki hubungan kekeluargaan yang erat, sehingga konflik diharapkan tidak berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan.

Hasil mediasi juga menghasilkan kesepakatan bahwa permasalahan yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) maupun insiden sebelumnya pada 26 Mei 2026 akan diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak juga berkomitmen untuk mengimbau masyarakat masing-masing agar tidak melakukan aksi serupa di masa mendatang.

Berkat pendekatan dialog dan musyawarah yang dilakukan seluruh pihak terkait, situasi keamanan berhasil dikendalikan. Hingga kegiatan mediasi berakhir, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan agar persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga.(Af)