Kapolres Tanah Datar Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Lewat Gerakan Subuh Berjamaah
TANAH DATAR - Kapolres Tanah Datar, mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman, religius, dan bebas dari kriminalitas melalui Gerakan Subuh Berjamaah yang digelar di , Jorong Kampung Tangah Nagari Pagaruyung.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto yang juga bertindak sebagai penceramah menyampaikan pentingnya memperkuat iman dan kepedulian sosial sebagai pondasi utama mencegah berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ia menyoroti fenomena sosial yang kini menjadi perhatian bersama, mulai dari rendahnya kesadaran beribadah, perilaku jahil anak-anak, penyalahgunaan narkoba, hingga meningkatnya tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua yang bertanggung jawab, bukan hanya satu pihak,” tegasnya.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa dari ratusan tahanan yang pernah diamati, banyak di antaranya memiliki latar belakang minim pendidikan agama dan tidak rutin menjalankan sholat. Hal ini, menurutnya, menjadi peringatan penting bahwa pembinaan iman harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan sebuah hadis tentang hati manusia sebagai penentu baik buruknya perilaku seseorang.
“Di dalam diri manusia ada sebuah daging; kalau dagingnya baik, seluruhnya baik, kalau buruk, seluruhnya buruk,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, harus dilakukan dengan cara yang bijak dan penuh kepedulian. Warga diminta tidak mudah menghakimi ataupun memberi cap negatif kepada seseorang yang melakukan kesalahan.
“Jangan langsung dibilang sesat, jangan langsung dibilang kafir — ajak, dampingi, beri kesempatan,” pesannya.
Sebagai langkah nyata, Kapolres mengajak masyarakat untuk membangun program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mulai dari mengajak anak-anak dan tetangga sholat berjamaah, membuat kegiatan pengajian rutin, hingga melibatkan tokoh agama, orang tua, dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendataan dan pengawasan sosial agar tidak ada warga yang terabaikan dalam pembinaan keagamaan maupun sosial.
Gerakan Subuh Berjamaah tersebut ditutup dengan doa bersama untuk memperkuat iman masyarakat, menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, serta mendoakan keselamatan umat Muslim yang sedang mengalami penderitaan, termasuk di Palestina.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan dan moral generasi muda bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat secara bersama-sama.(Af)
