🚨 BREAKING NEWS 🚨 221 Warga Terdampak, Pemkab Dharmasraya Bekukan Dapur MBG Sungai Rumbai usai Temuan Bakteri Berbahaya
Dharmasraya — Kasus gangguan pencernaan massal yang menimpa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sungai Rumbai kian mengkhawatirkan. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya secara resmi mengungkap hasil laboratorium yang menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada makanan MBG, Rabu (4/2/2026).
Dalam konferensi pers, Bupati Dharmasraya Annisa menegaskan bahwa bakteri ditemukan pada sampel makanan berbahan basah yang dikonsumsi para korban dan diduga kuat menjadi penyebab utama gangguan pencernaan yang menyerang warga.(10/02/2026)
“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan bakteri pada makanan bahan basah yang dikonsumsi para korban,” ujar Annisa.
Tak berhenti di situ, Pemkab Dharmasraya juga menemukan pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) di dapur MBG Sungai Rumbai. Dapur tersebut diketahui membeli bahan makanan basah dari pihak luar serta tidak menyimpan bahan makanan pada suhu aman, sehingga berpotensi mempercepat pertumbuhan bakteri.
Atas temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya langsung membekukan operasional Dapur MBG Sungai Rumbai (Sang Surya Serum) yang dikelola di bawah naungan Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Operasional dapur kami bekukan sementara demi keselamatan penerima manfaat,” tegas Annisa.
Terkait penanganan korban, Annisa memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, termasuk pengurusan kepesertaan bagi korban yang belum terdaftar.
“Semua biaya medis ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk korban yang belum memiliki BPJS, akan segera kami urus,” katanya.
Pemkab Dharmasraya juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan langkah lanjutan serta evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG Sungai Rumbai.
Hingga saat ini, total korban terdampak tercatat sebanyak 221 orang, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan. Aparat kesehatan masih bersiaga, sementara masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi pemerintah.*
